Maaf Ibu
Langit mendung, namun tak menjatuhkan tangisannya Tarian dahan yang melambai –lambai mengiringi kesejukan di sepanjang hari ini Berbahagialah semua anak adam, akan hari yang teduh ini Tapi tidak bagiku Sejuknya hari membuatku terlena dalam ketidak sadaranku Benar-benar tidak mengetahui bahwa dia sang malaikat kehidupan yang selalu menjanjikan kebaikan bagiku Sedang berjuang melawan letih Memaksakan kehendak tubuhnya yang tak kuasa melanjutkan rancangan aktifitas Wahai pelitaku.. Tak guna sesalku atas lemahnya ragamu Saat kau tahu dirimu sudah terlampau melewati batas Kau tetap.. Kau tetap dengan peluhmu yang mengucur deras Menghentakkan ragamu.. Mengomandoi sistem sarafmu agar tetap berpacu dalam jalur yang tak layak Kau pun tak peduli dengan resiko yang lahir setelahnya Dengan berpondasikan hati yang kokoh Kemustahilanpun kau terjang hanya demi kami Ranting ranting yang masih bergantung pada kokohnya batangmu Dengan harapmu, agar ranting-r...